Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj
Seperti apa Dajjal, Ya’juj dan
Ma’juj itu? Berikut ini adalah tulisan yang membahas dari sisi lain Dajjal,
Ya’juj dan Ma’juj tersebut.
Diantara dalil-dalil yang
membuktikan kebenaran pendakwaan Rasulullah saw diutus Allah SWT itu salah
satunya yang terkuat adalah saat beliau mendakwakan diri, sesuai wahyu dari
Allah beliau mengumumkan bahwa misi beliau pasti akan berhasil meskipun seluruh
dunia menentang beliau. Sejarah membuktikan kebenaran pendakwaan beliau ini.
Sesaat setelah pendakwaan beliau ini taufan perlawanan berhembus dengan
dahsyatnya. Orang-orang kafir berusaha membunuh beliau dan membinasakan para
pengikut beliau. Didalam situasi yang demikian beliau berulang kali mengumumkan
bahwa misi beliau pasti berhasil. Islam akan menyebar ke seluruh pelosok dunia
dari barat sampai ke timur. Seluruh dunia akan bernaung dibawah bendera Islam.
Nubuatan tentang kemunduran Islam
Akan tetapi menurut Al-Qur’an dan
hadits, Islam akan mengalami pasang surut dan tidak akan selamanya Berjaya dan
berdaulat dengan perkasa, bahkan ternyata akan datang masa ketika para pengikut
Islam akan mengabaikan ajarannya, tidak lagi beramal sesuai denganajaran
Al-Qur’an dan malahan meninggalkannya (Q.S. Al-Furqan:31). Islam akan mengalami
kemunduran dan kerajaan-kerajaan Islam pun akan lumpuh dan tidak akan berdaya
menghadapi tekanan kekuatan-kekuatan baru yang muncul. Pada taraf keadaan
seperti itulah Allah SWT untuk kedua kalinya akan mengirim roh Muhammad
Rosulullah saw kepada para sahabat beliau, penjelasan-penjelasan mengenai hal
tersebut, beberapa diantaranya terpelihara di dalam kitab-kitab hadits. Semuanya
itu telah sempurna secara harfiah.
Menyampaikan kabar-kabar mengenai
kesuksesan-kesuksesan pada saat ketika tidak tampak sekilaspun kemungkinan
secara lahiriah kearah terjelmanya kesuksesan tersebut, lalu mengemukakan pula
nubuatan-nubuatan mengenai kemunduran-kemunduran ummat.
Beliau saw. Sendiri mengatakan
bahwa sesudah kemunduran itu akan terbit masa kejayaan untuk kedua kalinya, hal
itu tidak terbayangkan oleh akal pikiran manusia, sebab hanya Allah semata yang
menyampaikan semua kabar ghoib itu kepada Rosulullah saw. Menjadi sempurnanya
kabar-kabar itu merupakan sebuah bukti yang perkasa, mengenai kebenaran adanya
beliau benar-benar diutus Allah SWT.
Tentang bermacam-macam fitnah
Tiga belas abad yang lalu beliau
telah menyampaikan semua kabar itu, demikian rupa terperinci gambarannya
sehingga kita dibuatnya kagum. Akan disebutkan dibawah ini beberapa kabar ghoib
didalam Al-Qur’an dan hadits mengenai keadaan zaman kita sekarang yang ada
kaitannya dengan surah Al-Lahab sehingga dengan membacanya keimanan kita akan
bertambah, karena betapa kabar-kabar yang dikumandangkan Rosulullah saw. Tiga belas
abad silam telah menjadi sempurna dan kita yakin bahwa kabar-kabar ghoib
mengenai kemajuan Islam di masa kemudian setelah mengalami kemundurannya akan
menjadi kenyataan pula.
Diantara musibah-musibah serta
fitnah-fitnah yng melanda dunia Islam di zaman akhir, ada beberapa yang
disebutkan secara khusus, mengapa disebutkan secara khusus? Karena dari
musibah-musibah serta fitnah itulah Islam akan menanggung kerugian. Salah satu
corak musibah akan dinamakan fitnah Dajjal, dan adapula dua perwujudan lainnya
yang juga disebut, yaitu yang pertama adalah Ya’juj dan yang kedua adalah Ma’juj.
Ternyata didalam kitab Hadits Muslim tercantum riwayat sebagai berikut:
“Huzaifah ibn Usaid al-Ghafari menerangkan pada suatu hari beberapa
orang diantara kami tengah duduk-duduk memperbincangkan ikhwal kiamat,
tiba-tiba Rosulullah saw. datang menjenguk kami dan bertanya, apa gerangan yang
sedang kami perbincangkan. Kami menjawab bahwa kami sedang memperbincangkan
tentang kiamat. Beliau bersabda sebelum kiamat terjadi ada sepuluh tanda pasti
zahir ke dunia. Lalu beliau merinci sepuluh tanda tersebut, ialah (1) asap, (2)
keluarnya Dajjal, (3) timbulnya daabbah, (4) matahari terbit dari barat, (5) turunnya
Isa bin Maryam, (6) keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dan tiga peristiwa kerusuhan,
(7) yang pertama akan teradi di timur, (8) yang kedua akan terjadi di barat,
(9) yang satu lagi akan terjadi di Jazirah Arab, dan yang terakhir (10) dari
arah Yaman akan berkobar api yang akan menggiring manusia ke padang mahsyarnya.”
Nubuatan tentang Ya’juj Ma’juj dan Dajjal
Pada hakikatnya kedua fitnah (Ya’juj,
Ma’juj dan Dajjal) itu mempunyai cirri-ciri yang serupa. Itulah sebabnya Ya’juj
dan Ma’juj disebut-sebut di dalam Al-Qur’an akan tetapi ihwal Dajjal tidak. Padahal
Rosulullah saw. pernah bersabda saat menyebutkan tentang Dajjal, tidak ada nabi
seorangpun berlalu yang tidak memperingatkan kaumnya masing-masing dari bahaya
Dajjal. Seperti halnya Nabi Nuh beliau pun memperingatkan ummat beliau dari
bahaya Dajjal. (Lihat Kanzul Ummal jilid 7 hal 195 dengan menunjuk kepada Abu
Daud dan Tirmizi)
Perbedaan antara Ya’juj, Ma’juj dan Dajjal
Jadi tidak disebutkannya didalam
Al-Qur’an fitnah Dajjal sedangkan Ya’juj dan Ma’juj disebut-sebut,
mengisyaratkan bahwa hakikatnya fitnah Ya’juj Ma’juj dan Dajjal itu satu benda
dengan dua nama, atau sebuah fitnah yang bercabang dua. Hal demikian dibenarkan
pula bahwa zaman Dajjal dan Ya’juj Ma’juj itu satu adanya. Lalu diketahui juga
bahwa kedua kekuatan itu akan menguasai seluruh dunia. Jadi fitnah Dajjal dan
Ya’juj Ma’juj itu bukan fitnah-fitnah yang berlainan jenis dan zamannya,
melainkan sebuah fitnah dengan perwujudan yang berbeda. Pada hakikatnya sebuah
fitnah Dajjal adalah ditilik dari segi pandang agama. Adapun kata Dajjal
berarti wujud atau pribadi yang menyandang sifat munafik serta memiliki
kelihaian dalam tipu-menipu dan mengaburkan konsep-konsep keagamaan.
Walhasil fitnah di zaman akhir
yang dikhawatirkan para Nabi Bani Israil adalah menyangkut konsepsi-konsepsi
keagamaan dan karenanya disebut Dajjal. Sedangkan bagian itu pun terbagi atas
dua bagian; bagian pertama adalah berkaitan dengan kekuatan atau motif yang
menimbulkan keonaran di dalam tatanan aqidah-aqidah, dan bagian kedua berkaitan
dengan motif atau kekuatan memporak-porandakan tatanan situasi dan suasana
kemapanan politik, dan karenanya disebut Ya’juj Ma’juj.
Adapun kata Ya’juj Ma’juj itu
berasal dari kata “ajja” yang berarti “ia cepat langkahnya; ia atau sesuatu
menjadi api yang menyala-nyala” (Lane).
Dengan demikian kata-kata Ya’juj
Ma’ju mengisyaratkan kepada bangsa-bangsa penyandang kekuatan yang dengan
mempergunakan kekuatan senjata api akan menguasai dunia. Atau seperti dikatakan
oleh beberapa pakar, semua bangsa yang mendiami bagian utara Asia dan Eropa (Enc.
Brit & Jewish Enc. Pada kata “Gog” dan “Mogog” dan History of the World,
jil 2 hal 582).
Gambaran Ya’juj Ma’juj yang
diberika Bible tidak ada keraguan sedikitpun serta cocok dengan beberapa
kerajaan Kristen dari Barat. Dari sekian banyak ayat Al-Qur’an yang
mengisyaratkan kepada bahaya-bahaya Ya’juj Ma’juj terdapat ayat-ayat sebagai
berikut:
“Sehingga ketika Ya’juj Ma’juj dilepaskan dan mereka akan datang
menyerbu dari setiap ketinggian” (Q.S. Al-Anbiya:96)
“Mereka berkata, “Ya Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj
mengadakan kekacauan di muka bumi ini …”(Q.S. Al-Kahfi:94)
Selanjutnya dapat pula kit abaca kitab
Perjanjian Lama (Taurat), Yehezkiel bab 38 ayat 18-22, yang kandungannya
membenarkan bahwa nabi-nabi Bani Israil pun wanti-wanti menyebutkan tentang
fitnah Ya’juj Ma’juj. Demikan bunyinya:
“Maka akan jadi pada hari itu pada hari juj, mandatangi negri Israel
demikianlah firman Tuhan Hua bahwa kehangatan murkaku akan bangkit dari hadapan
hadiratku;
Bahkan dengan gairahku dan dengan kehatangan murkaku sesudah Aku
berfirman: Masakan tiada pada hari itu suatu gempa bumi yang amat keras di
tanah Israel!
Sehingga gentarlah segala ikan di laut dan segala unggas di udara dan
segala margasatwa di atas bumi dan segala manusia diatas bumi di hadapan
hadiratku; maka segala gunungpun akan tenggelam dan segala bukit batu yang
curam pun akan runtuh dan segala pagar tembok pun akan roboh ke bumi.
Dan Aku akan memanggil pedang datang diatasnya pada segala gunungku
demikianlah firman Tuhan Hua, pedang firman Tuhan Hua, pedang masing-masing
orang akan melawan saudaranya.
Dan AKu akan menghukumkan dia dengan sampar dan tumpahan darah dan
dengan hujan yang terlampau deras, dengan api dan belerang. Aku akan menghujani
dia dan segala balanya dan kebanyakan bangsa yang besertanya.”
Dari sejumlah hadits kita maklum
tatkala Dajjal dan Ya’juj Ma’juj akan merajalela, Islam akan menjadi
lemah,
maka untuk menegak-lestarikan Islam Allah SWT menakdirkan mengutus seorang
hamba pilihan-Nya yang disebut-sebut Rosulullah saw. sebagai Imam Mahdi/Isa
yang dijanjikan (Masih Mau’ud) yang akan membinasakan Dajjal. Islam pada waktu
itu tidak berdaya, tetapi Allah SWT akan mendatangkan pertolongan dengan
perantara jamaah Imam Mahdi/Isa Yang Dijanjikan (Masih Mau’ud) tersebut yang
berjihad dengan segala upaya, menggunakan senjata argumentasi dan kekuatan do’a.
Sedangkan Ya’juj Ma’juj akan dibinasakan oleh azab dari langit. Allah SWT
berfirman didalam Surah Al-Lahab ini, “Tabbat
yadaa abii lahabiwwatab”, yakni Allah SWT akan membinasakan bangsa-bangsa
itu bersama antek-anteknya, yang mengobarkan api peperangan untuk membinasakan
Islam kelak, kelak di akhir zaman.
(Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad,
Nur Islam edisi 30 Agustus 2000, terjemah R. Ahmad Anwar)
